Petuah Ulama, Pentingnya Menjaga Waktu
Inilah nasehat berharga
dari para ulama kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang
menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat ini hanya
mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar
melakukan hal yang sia-sia yang membuat lalai dari mengingat Allah. Padahal
kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan
kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan. Pada tulisan kali ini,
kami akan menyajikan perkataan-perkataan ulama terdahulu mengenai pentingnya
menjaga waktu. Semoga dengan merenungkan nasehat para ulama berikut, kita dapat
menjadi lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.
Ketahuilah bahwa Engkau Seperti Hari-harimu Hasan Al Bashri mengatakan, ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب
بعضك “Wahai
manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu
hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
Waktu Pasti akan Berlalu,
Beramallah
Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa
dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri, إنما
أنت
أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا
ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل. “Sesungguhnya
engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga
akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah
seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu,
beramallah.”
Waktu Bagaikan Pedang
Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah
mengatakan, صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين
أحدهما
قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك “Aku pernah
bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya
selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu
tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.” Jika Tidak Tersibukkan
dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia Lanjutan dari
perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan
perkataan lain:
ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك
بالباطل Jika dirimu tidak tersibukkan dengan
hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia
(batil).”
Waktu Berlalu Begitu Cepatnya
Ibnul Qoyyim
rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang
dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan
terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya
waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya
hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya
yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya
teranggap seperti kehidupan binatang ternak.” Kematian Lebih Layak Bagi Orang
yang Menyia-nyiakan Waktu Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya
yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang
membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan
yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan
(baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”
Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk
Mengingat Allah
Dari Abdullah bin Abdil Malik,
beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya.
Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun
bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain,
lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun
bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”
Ya Allah, mudahkanlah kami selaku hamba-Mu
untuk memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian. Amin Yaa Mujibas Saailin.
Semoga apa
yang kami sajikan ini bermanfaat bagi hati yang ingin terus disirami.
Barakallahufiikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar